Trending

Polemik Ijazah Jokowi-Gibran Justru Tambah Dukungan, K-Gibran Kalsel Klaim Banyak Relawan Bergabung

DUKUNGAN : Polemik Ijazah Jokowi-Gibran Justru Tambah Dukungan, K-Gibran Kalsel Klaim Banyak Relawan Bergabung/foto:istimewa

BANUATODAY.COM, BANJARMASIN – Polemik keaslian ijazah Joko Widodo dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang kembali mencuat ternyata tidak membuat organisasi relawan K-Gibran Kalimantan Selatan kehilangan dukungan.

Ketua DPW K-Gibran Kalsel, Rudiani, justru mengklaim munculnya polemik tersebut turut mendorong bertambahnya dukungan masyarakat terhadap organisasi yang dipimpinnya.

Ia menyebut, sejumlah masyarakat bahkan datang dan bergabung dengan K-Gibran Kalsel karena memiliki keyakinan terhadap Gibran.

"Kami bahkan diuntungkan dengan adanya polemik ini. Banyak dukungan datang dan bergabung bersama K-Gibran Kalsel karena mereka percaya Mas Gibran memiliki ijazah yang setara SMA," ujar Rudiani.

Meski demikian, Rudiani menegaskan pihaknya tidak ingin para relawan larut dalam perdebatan yang berpotensi memecah belah masyarakat.

Ia mengajak seluruh anggota K-Gibran untuk tetap solid, menjaga komunikasi, serta tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi.

Terkait penyelesaian polemik tersebut, Rudiani menilai persoalan ini tidak bisa dilepaskan dari pihak-pihak yang menurut pandangannya sengaja menyudutkan Gibran.

Ia menduga isu tersebut memiliki tujuan untuk mengurangi citra dan kepercayaan masyarakat terhadap Wakil Presiden.

"Menurut saya, itu tergantung orang yang memang sengaja memojokkan Mas Wapres. Tujuannya agar citra Mas Wapres berkurang di masyarakat," katanya.

Rudiani pun mengingatkan masyarakat agar tidak mudah menerima setiap informasi yang beredar tanpa terlebih dahulu melihat kejelasan dan fakta yang mendasarinya.

Menurutnya, perbedaan pandangan dalam menyikapi isu politik harus tetap disertai sikap bijak agar tidak berkembang menjadi perpecahan di tengah masyarakat.

K-Gibran Kalsel, lanjutnya, akan tetap menjaga kekompakan relawan dan mengajak masyarakat menyikapi setiap perkembangan informasi secara rasional.(Yan/fsl)

Lebih baru Lebih lama