Trending

Dugaan Peretasan Data Nasabah BSI, Ketua Infokom PB HMI Sebut Sekadar Buat Gaduh

 

18052023-BANUATODAY.COM-Ilustrasi BSI Bank Syariah Indonesia-Dok. Kabar BUMN.webp
ILUSTRASI (Istimewa)

BANUATODAY.COM, JAKARTA - Ketua Infokom PB HMI menanggapi dugaan peretasan data nasabah BSI yang sedang viral.

Dimana hacker Geng Ransomware LockBit 3.0 mengklaim telah meretas data nasabah BSI dalam jumlah besar.

Tentunya masalah ini menjadi kekhawatiran tersendiri bagi nasabah BSI.

Keamanan data nasabah perbankan menjadi isu yang sangat krusial dalam dunia perbankan. 

Hal ini disebabkan oleh fakta bahwa data nasabah perbankan umumnya mengandung informasi pribadi dan sensitif yang bisa disalahgunakan untuk kejahatan seperti pencurian identitas atau penipuan.

Baru-baru ini Geng Ransomware LockBit 3.0 mengklaim bahwa mereka telah mencuri data nasabah dan menghentikan layanan PT Bank Syariah Indonesia (BSI).

Menanggapi isu ini, Ketua Bidang Informasi dan Komunikasi PB HMI, Firman Kurniawan Said menyebutkan bahwa jika ada pihak yang mengklaim memiliki data nasabah dari BSI, klaim tersebut perlu diverifikasi kebenarannya.

BACA JUGA : Rumah Dinas dan Kantor Johnny G Plate Digeledah

Sebab, menurutnya BSI sebagai lembaga keuangan yang bertanggung jawab atas uang dan transaksi keuangan masyarakat, telah memberikan jaminan keamanan yang optimal terhadap data-data nasabahnya.

“Sudah sangat optimal, bahkan data keamanan nasabah merupakan hal yang selalu menjadi pengawasan penting dari regulator perbankan saat ini. Mungkin saja mereka memiliki sampel laporan nasabah, tetapi itu belum tentu benar-benar data nasabah dari BSI,” ujar aktivis yang biasa disapa Yawan ini dirilis Kabar BUMN.

Yawan melanjutkan bahwa untuk mengakses, apalagi mengambil data dalam jumlah besar dari sistem perbankan bukanlah hal yang mudah.

Sebab setiap bank memiliki sistem keamanan yang sangat kuat, serta adanya deteksi pada peningkatan lalu lintas jaringan.

“Meskipun malware dapat merusak perangkat lunak, untuk mengambil data dalam jumlah yang besar, tetap membutuhkan lalu lintas jaringan yang tinggi, dan hal ini pasti terdeteksi sedari awal oleh bank untuk diantisipasi," kata Yawan.

Keamanan data nasabah, lanjut Yawan, telah menjadi prioritas utama bagi bank-bank di Indonesia, dan mereka telah menjalankan upaya tersebut dengan baik.

Artinya, menurut Yawan, klaim peretas yang menyerang BSI sama sekali tidak berdasar dan hanya sekedar membuat kegaduhan.

“Oleh karena itu, nasabah tidak perlu panik. Setiap nasabah hanya perlu waspada dengan menjaga data kredensial seperti kata sandi, PIN dan sejenisnya, serta selalu melakukan transaksi melalui jaringan pribadi," pungkas Yawan. (nt/win)

Lebih baru Lebih lama