![]() |
PERKUAT: PT Jamkrida Kalsel menargetkan peningkatan penjaminan UMKM pada 2026 - Foto Dok |
BANUATODAY.COM, BANJARMASIN - Upaya memperkuat sektor usaha kecil terus didorong oleh PT Jamkrida Kalsel dengan menyiapkan lonjakan penjaminan kredit bagi pelaku UMKM sepanjang 2026. Langkah ini menjadi bagian dari strategi memperluas akses pembiayaan sekaligus menjaga pertumbuhan ekonomi daerah tetap stabil, Sabtu (28/2/2026).
Perusahaan penjaminan milik daerah tersebut menargetkan penjaminan bagi sekitar 10.000 hingga 13.000 UMKM baru dengan nilai mencapai Rp2 triliun hingga Rp2,9 triliun. Target ini meningkat signifikan dibanding tahun sebelumnya, sekaligus diharapkan mendorong total kumulatif penjaminan melampaui Rp15 triliun sejak berdiri pada 2013.
Direktur Utama, Muhammad Fauzan Noor, mengatakan peningkatan target ini didorong oleh kebutuhan pembiayaan yang terus bertumbuh di sektor UMKM.
“Permintaan pembiayaan mikro dan kecil terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir, sehingga kami melihat peluang untuk memperluas penjaminan,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa peran Jamkrida tidak hanya sebatas penjaminan, tetapi juga mendukung penguatan ekonomi daerah.
“Kami ingin memastikan UMKM memiliki akses yang lebih luas terhadap pembiayaan, sehingga bisa berkembang dan naik kelas,” tambahnya.
Data perusahaan menunjukkan, hingga akhir 2025, Jamkrida Kalsel telah menjamin lebih dari 109 ribu UMKM dengan total nilai Rp13,08 triliun. Tiga wilayah dengan kontribusi terbesar berasal dari Banjarmasin, disusul Kabupaten Barito Kuala dan Tabalong.
Direktur Bisnis, Muhammad Hanafi, menuturkan bahwa strategi pencapaian target akan diperkuat melalui kolaborasi dengan berbagai lembaga keuangan.
“Kerja sama dengan Bank Kalsel, BPR, dan koperasi menjadi kunci dalam memperluas jangkauan penjaminan,” jelasnya.
Ia menambahkan, skema yang disiapkan mencakup berbagai kebutuhan pelaku usaha.
“Kami menyediakan penjaminan kredit mikro, modal kerja, investasi, hingga pembiayaan berbasis klaster UMKM,” katanya.
Sementara itu, Komisaris Independen Rudi Ansyari menekankan pentingnya tata kelola perusahaan yang baik dalam mendukung pertumbuhan tersebut.
“Prinsip good corporate governance dan manajemen risiko tetap menjadi prioritas agar pertumbuhan tetap sehat dan berkelanjutan,” tegasnya.
Dengan strategi tersebut, Jamkrida Kalsel optimistis tidak hanya memperluas inklusi keuangan, tetapi juga mendorong UMKM naik kelas dan membuka lebih banyak lapangan kerja di Kalimantan Selatan. (naz/fsl)

