Trending

Antisipasi Dampak Kemarau, DKPP Banjar Imbau Pembudidaya Ikan Hemat Air


IMBAU : DKPP Banjar Imbau Pembudidaya Ikan Hemat Air,antisipasi kemarau panjang/foto:yan

BANUATDAY.COM,MARTAPURA – Menghadapi musim kemarau yang mulai berdampak pada sektor perikanan budidaya, Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Kabupaten Banjar menyebarkan surat edaran kepada para pembudidaya ikan. Langkah ini dilakukan sebagai upaya menjaga ketersediaan air sekaligus meminimalkan risiko kerugian akibat menurunnya debit sungai.

Surat edaran tersebut memuat informasi mengenai pengaturan penambahan debit air dari Bendungan Karang Intan menuju Sungai Riam Kanan, disertai imbauan kepada seluruh pembudidaya ikan dan pengguna air agar memanfaatkan sumber daya air secara bijak selama musim kemarau.

Kepala Bidang Perikanan Budidaya DKPP Kabupaten Banjar, Bandi Chairullah, mengatakan penyampaian surat edaran dilakukan secara berkala agar para pelaku usaha budidaya memperoleh informasi terbaru mengenai kondisi perairan dan langkah antisipasi yang perlu dilakukan.

"Kami secara rutin menyampaikan surat edaran kepada para pembudidaya ikan. Hari ini kami kembali menginformasikan pengaturan penambahan debit air dari Bendungan Karang Intan ke Sungai Riam Kanan, sekaligus mengimbau seluruh pemanfaat air dan pembudidaya ikan agar menggunakan air secara arif dan bijaksana," ujarnya.

Pengaturan bukaan pintu bendungan berlangsung mulai 17 hingga 30 Juli 2026 atau selama dua pekan. Kebijakan tersebut akan dievaluasi sesuai perkembangan kondisi hidrologi di lapangan.

Penambahan debit air diharapkan mampu meningkatkan aliran Sungai Riam Kanan, memperbaiki kualitas air, serta menjaga kelangsungan usaha budidaya ikan yang mulai terdampak penurunan debit akibat kemarau.

Bandi menjelaskan, musim kemarau merupakan fenomena alam yang harus dihadapi bersama. Karena itu, para pembudidaya diimbau menyesuaikan pola pengelolaan kolam maupun keramba dengan kondisi debit air yang tersedia agar produktivitas tetap terjaga.

Menurutnya, kesadaran menggunakan air secara efisien menjadi kunci untuk mengurangi dampak kekeringan terhadap sektor perikanan budidaya.

"Harapan kami para pembudidaya memahami kondisi alam yang sedang terjadi. Mari bersahabat dengan alam dengan menggunakan air sesuai kebutuhan, tidak berlebihan, sehingga sumber daya air tetap terjaga dan usaha budidaya ikan dapat terus berlangsung," katanya.

Melalui penyebaran surat edaran ini, DKPP Kabupaten Banjar berharap para pembudidaya semakin waspada terhadap dampak musim kemarau serta menerapkan penggunaan air yang lebih hemat dan efisien. Dengan demikian, keberlangsungan usaha perikanan budidaya di Kabupaten Banjar dapat tetap terjaga meski di tengah ancaman kekeringan.(yan/fsl)

Lebih baru Lebih lama